Tags

Bahan bakar non subsidi yang menjadi minuman favorit mobil-mobil mewah kini harganya semakin mahal. Untuk menyikapi hal tersebut para pemiliknya memutar otak. Ada yang memaksa mobilnya meminum bensin beroktan rendah, ada pula yang menyerah dan menjual mobil mewahnya.

Harga bahan bakar non subsidi yang kini tengah melonjak ternyata membuat banyak orang kaya keteteran. Bila sebelumnya banyak berita yang menyebutkan bahwa banyak mobil mewah yang memaksakan diri meminum bensin beroktan 88, di pasar mobil bekas, para orang kaya itu beramai-ramai melepas mobil mewahnya karena tidak mau meminum premium.

“Banyak konsumen yang menjual mobil mewahnya, sehingga mobil mewah dengan CC besar membanjiri Bursa Mobil Seken WTC M2, mobil dengan CC 2.400 ke atas sekarang ini stoknya sangat banyak,” ungkap Senior Manager Marketing WTC M2, Herjanto Kosasih.

Dia menambahkan, dengan stok yang menumpuk, otomatis harga jual mobil mewah tersebut menjadi sangat murah saat ini. “Kalau mau beli mobil mewah sekarang saat yang tepat karena harganya sedang murah,” kata Herjanto.

Dilain sisi, bila mobil mewah kini sedang banyak dilepas si pemilik, mobil bermesin diesel beda lagi. Mobil jenis ini kini menjadi barang buruan banyak orang. Konsumen yang ingin membeli mobil bekas kini berpikir ulang untuk membeli mobil bermesin bensin. Akibatnya, mobil bermesin diesel kini jadi buruan.

Di awal tahun 2012 ini mobil bekas bermesin diesel sudah menjadi barang buruan diberbagai showroom mobil bekas. Di pusat penjualan mobil bekas terbesar di Indonesia, Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua, hal itu juga bisa terlihat. Mobil bermesin diesel yang meminum solar menjadi pilihan karena belum ada kabar kalau harga solar akan dinaikkan. Lebih dari itu, citra mesin diesel yang lebih irit dari mesin bensin juga ikut berperan.

“Disini mobil diesel sedang banyak diburu,” ujarnya.

Dari sisi penjualan WTC Mangga Dua menurut Herjanto berhasil terus membukukan peningkatan angka penjualan mobil seken.

Pada Januari 2012, angka penjualan menembus angka 2.500 unit, naik dari periode yang sama tahun lalu yang hanya berkisar di angka 2.200 unit.

Sementara pada bulan Februari 2012, penjualannya berada di angka 2.400 unit mobil atau naik dibandingkan penjualan Februari tahun 2011 sebesar 2.100 unit.

Untuk bulan Maret 2012, angka penjualan mencapai 2.200 unit atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar 2.000 unit. “Secara keseluruhan sepanjang triwulan I 2012 angka penjualan di Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua sudah mencapai 7.100 unit atau meningkat 800 unit dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar 6.300 unit,” ungkap Herjanto.

sumber:http://www.detik.com