Tags

Sejak berdiri pada tahun 1905, Chelsea baru dua kali lolos ke final kompetisi tertinggi antarklub Eropa. Dan dua orang yang berjasa meloloskanThe Blues ke final Liga Champions bukanlah seorang manajer tetap.

Pertama kali Chelsea lolos ke final Liga Champions adalah pada musim 2007/2008. Saat itu, mereka ditangani oleh Avram Grant, yang jadi caretaker manager setelah Jose Mourinho mundur. Chelsea kembali sukses menembus final Liga Champions tahun ini. Di semifinal, mereka secara mengejutkan menghentikan juara bertahan Barcelona dengan skor agregat 3-2. Lagi-lagi, yang meloloskan Chelsea adalah seorang caretaker, Roberto Di Matteo. Di Matteo menempati posisi itu setelah Andre Villas-Boas dipecat pada awal Maret silam.

Bersama Di Matteo, Chelsea memang menunjukkan kebangkitan. Dalam 15 laga, tim yang dipimpinnya menang 10 kali, seri empat kali, dan cuma kalah sekali. Selain lolos ke final Liga Champions, Frank Lampard dkk. juga dia bawa ke final Piala FA.

Setelah laga berakhir Fernando Torres memberikan hantaman terakhir saat Chelsea menyingkirkan Barcelona dari Liga Champions. Bak ingin menghibur Barca, Torres menyebut tim terbaik tidaklah selalu bisa menang.

Dengan keunggulan 1-0 hasil dari leg I, Chelsea sebenarnya sudah lolos ke final ketika skor menunjukkan kedudukan 2-1 untuk keunggulan Barca dalam laga leg I di Camp Nou, Rabu (25/4/2012) dinihari WIB. Pasalnya, dengan agregat 2-2 Chelsea masih unggul berkat keuntungan bikin gol tandang.

Akan tetapi, Torres kemudian memberikan sentuhan penutup nan manis untuk Chelsea, yang tentu sebaliknya pahit buat Barca, lewat golnya di menit-menit akhir pertandingan. Chelsea pun memetik hasil 2-2 di Camp Nou dan lolos ke final dengan agregat 3-2.

Dari segi penguasaan bola, Barca yang sudah unggul jumlah pemain sejak menit 37 usai dikartumerahnya John Terry, pun sangat dominan dengan 72% berbanding 28%, sebagaimana dicatat situs UEFA.

“Kami memiliki rasa hormat besar kepada Barca, buat kami mereka adalah tim terbaik di dunia dan itu memberi kami motivasi ekstra,” lanjut penyerang asal Spanyol tersebut.

Keberhasilan Chelsea melaju ke final itu sendiri boleh jadi dicibir banyak kalangan yang menilai klub London tersebut sudah memainkan sepakbola negatif dengan main bertahan. Torres memaklumi anggapan itu, meski ia menegaskan bahwa bertahan pun adalah bagian dari strategi dan sudah menjadi senjata timnya.

“Kami tahu itu adalah cara kami harus bermain lawan Barca dan acapkali itu kurang enak dilihat, tapi itulah senjata kami,” lugas Torres.

Sumber:www.detik.com