Tags

Saya setuju dengan adanya komersialisasi tekhnologi inovasi, selama pelaksanaan komersialisasi teknologi tersebut tetap mengutamakan prinsip keadilan dan manfaat bagi kepentingan publik atau masyarakat. Masih banyak inovasi teknologi yang perlu dikembangkan melalui kerja sama dengan dunia usaha atau produsen, sehingga teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pengguna. Sehingga dalam hal ini, komersialisasi dianggap perlu. Tanpa status komersial, teknologi tidak hanya secara konstan menguras keuangan publik, tetapi juga tidak memperoleh manfaat dari dinamika dan inovasi ekonomi swasta (Reddy, 2009: 216).

Konsep komersialisasi sendiri dapat dijelaskan sebagai proses pengembangan ide menjadi sebuah produk yang berharga atau memiliki nilai (komersial). Komersialisasi adalah proses pergerakan teknologi secara keseluruhan, mulai dari tahap konsep menuju tahap produksi produk, dan dari sana menuju penerimaan pasar dan penggunaannya (Reddy, 2009: 216-217). Sementara istilah inovasi sendiri digunakan untuk mendeskripsikan proses transformasi ide atau konsep dalam menjadi sebuah produk atau jasa. Itu tentu saja mencakup lebih dari sekadar istilah penemuan yang biasanya terbatas pada proses yang berjalan dari sebuah gagasan atau konsep menjadi sebuah prototipe atau desain (Reddy, 2009: 217). Selain penemuan, inovasi melibatkan sejumlah proses penting komersialisasi produk atau jasa dalam kegiatan ekonomi negara.

Selain itu, komersialisasi juga merupakan patokan penting dalam hal kebijakan lingkungan. Itu berhubungan dengan manfaat teknologi bersih dalam hal lingkungan dan peningkatan kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut, semakin cepat proses komersialisasi, maka semakin besar pula manfaat yang dihasilkan. Namun komersialisasi energy-efficient technologies (EETs) tidak dapat dilakukan secara otomotis karena adanya berbagai hambatan. Dalam hal ini, kekuatan pasar dapat bermanfaat untuk memastikan penyebaran teknologi meskipun terhambat oleh adanya hambatan-hambatan tersebut (Reddy, 2009: 223). Tetapi teknologi yang semata-mata memiliki tujuan komersialisasi dan mengambil keuntungan dari energy efficiency (EE) mungkin tidak akan berhasil. Agar proses komersialisasi EETs sukses, keterlibatan berbagai para pemangku kepentingan sangat mutlak diperlukan. Keterlibatan stakeholder yang efektif memang diperlukan dari awal pengembangan teknologi sampai pada tahap akhir penggunaan teknologi tersebut. Adanya komitmen dari sejumlah stakeholderyang merupakan pemangku kepentingan di sini diperlukan untuk mendukung keberhasilan proses difusi teknologi. Difusi adalah proses dimana teknologi disesuaikan dengan keuntungan yang diterima oleh konsumen (Reddy, 2009: 219).

Satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa teknologi energi bersih sejauh ini belum bisa menikmati efek rekursif umum dalam siklus keberlangsungan teknologi, dimana investasi swasta yang lebih besar akan mengarah pada komersialisasi, yang pada gilirannya akan memicu investasi lebih lanjut. Pada kenyataanya, teknologi yang awalnya marjinal mulai tumbuh secara dramatis ketika sektor swasta terlibat. Misalnya internet bermula sebagai proyek yang didanai, sampai pada akhirnya aktor swasta menyadari potensi yang ada dan memutuskan untuk berinvestasi. Jika internet dan teknologi lainnya dapat tumbuh akibat hasil investasi dari sektor swasta, maka logis untuk mengasumsikan bahwa proses yang sama mungkin saja dapat dilakukan bagi teknologi lingkungan. Sebagian besar teknologi berbasis lingkungan sampai saat ini belum dikomersialisasikan dan sektor swasta sebenarnya masih menanggung sebagian kecil dari pembiayaan lingkungan (Reddy, 2009: 237). Pada akhirnya, meskipun komersialisasi teknologi bersih dianggap penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, namun perlu juga untuk melihat batasan mereka.

Tahapan akhir dalam proses pengembangan produk adalah komersialisasi,yaitu keputusan untuk memasarkan suatu produk. Keputusan untuk komersialisasi suatu produk menetapkan beberapa hal dalam prosesnya :pemesanan bahan dari perlengkapan produksi ,memulai produksi, membangun persediaan , mengirim produk kedaerah distribusi ,pelatihan tenaga penjualan ,memperkenalkan produk baru ke pasar,dan periklanan yang diarahkan kepada calon konsumen. Waktu yang dibutuhkan dari keputusan komersialisasi awal hingga pengenalan produk biasanya beragam. Jaraknya bisa hanya dari beberapa minggu bagi produk –  produk yang tegolong sederhan yang menggunakan peralatan yang ada sampai beberapa tahun bagi produk teknis yang membutuhkan peralatan produksi khusus

Perusahaan yang secara rutin memiliki pengalaman yang sukses dalam pengenalan produk baru cenderung untuk membagi beberapa karakteristik sebagai berikut:

  • Sebuah sejarah menyimak konsumen dengan berhati – hati
  • Sebuah keinginan besar untuk sedapat mungkin memproduksi produk yang terbaik.
  • Suatu visi tentang kondisi pasar yang akan terjadi dimasa mendatang
  • Kepemimpinan yang kuat
  • Suatu komitmen dalam pengembangan produk baru
  • Suatu pendekatan tim dalam pengembangan produk baru

sumber: Reddy, B Sudhakara. 2009. Energy Efficiency and Climate Change.  New Delhi: SAGE.