Tags

????????????????????

Kata protokoler berasal dari kata Protos dan Kolla. Protos yang berarti lembar pertama dan Kolla yang berarti melekat. Kata-kata ini pertama kali digunakan pada lembaran pertama dari gulungan Papyrus atau kertas tebal yang ditempelkan atau direkatkan dan kemudian digunakan untuk seluruh Dokumen Negara baik yang bersifat nasional maupun internasional.

Sedangkan arti kata protokol menurut Undang-undang No. 9 tahun 2010 yaitu “Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat”.

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa keprotokolan itu adalah kegiatan yang bersifat formal dan memiliki aturan-aturan khusus dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Berikut sumber-sumber hukum tentang keprotokolan.
1. Persetujuan Internasional
 – Konvensi Wina Tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik
 – Konvensi Wina Tahun 1963 tentang Hubungan Konsuler
2. Peraturan Nasional
– UU No. 9 tahun 2010 tentang Keprotokolan
– PP No. 62 tahun 1990 tentang Ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan
– UU No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri
– KEPPRES No. 32 tahun 1971 tentang Protokol Negara
3. Dasar Non-Jurudia
– Adat istiadat/ kebiasaan setempat
– Nilai sosial dan budaya
– Asas timbal balik / Resiprositas
– Kaidah agama
Commom sensei/ logika umum

Tugas keprotokolan dijalankan oleh sekelompok orang yang dinamakan Protokoler. Protokoler menjalankan tugas keprotokolan dengan menerapkan manajemen keprotokolan. Manajemen keprotokola diperlukan agar dapat menghasilkan kualitas penyelenggaraan yang baik serta melahirkan kepuasan bagi semua pihak yang terlibat dalam suatu proses acara/ upacara. Diantara tugas protokoler adalah penyelengaraan resepsi, menyusun layout, pelaksanaan administrasi keprotokolan, sebagai pembawa acara, dan unsur pelayanan. Berikut ruang lingkup tugas dari protokoler:
1. Pada bidang upacara seperti;

  • Pelantikan
  • Peresmian proyek pembangunan
  • Peringatan hari-hari besar nasional, HUT organisasi dan apel bendera
  • Pembukaan dan penutupan rapat atau seminar
  • Pemakaman
  • Penandatangan kerjasama

2. Pada bidang Kunjungan

  • Kunjungan Presiden dan Wakil Presiden
  • Kunjungan kenegaraan dan kunjungan resmi
  • Kunjungan pejabat pusat dan pejabar daerah
  • Kunjungan tamu luar negeri dan Duta Besar atau Kepala Perwakilan Asing
  • Kunjungan Pimpinan Daerah

Jika dilihat dari tugasnya, protokol memiliki beberapa tujuan yaitu:

  1. Menentukan terciptanya suasana/ iklim yang memengaruhi keberhasilan suatu acara.
  2. Menciptakan tata pergaulan yang mendekatkan satu sama lain dan dapat diterima oleh semua pihak, walaupun mengandung unsur-unsur yang membatasi gerka probadi.
  3. Terciptanya upacara yang berlangsung secara khidmat, tertib dan lancar
  4. Terciptanya pemberian perlindungan dan rasa aman menjalankan tugas
  5. Terpeliharanya kredibilitas kepemimpinan.