7 Keajaiban Rezeki

Title : 7 Keajaiban Rezeki, Rezeki Bertambah, Nasib Berubah, Dalam 99 Hari, dengan Otak Kanan
Author : Ippho ‘Right’ Santosa
Publisher : PT Elex Media Komputindo, Jakarta, Januari 2012

Buku ini menjelaskan tentang perbedaan karakteristik orang yang berpikir dengan pola pikir otak kanan dan orang yang memiliki pola pikir otak kiri. Buku ini menunjukkan bagaimana meraih kesuksesan, menunjukkan bagaimana percepatannya dengan pendekatan-pendekatan otak kanan dan sentuhan-sentuhan Islam. Penjelasannya dijabarkan dalam beberapa point, pertama Sisik jari kemenangan (Lingkar diri). Pada point ini dijelaskan bahwa setiap manusia telah dilahirkan sebagai pemenang, pemenang dari berjuta-juta sel sperma. Menang dari apapun, dimanapun, dan kapanpun. Contohnya saat musim hujan kita tetap sehat berarti kita pemenang karna banyak teman-teman kita yang flu dan demam pada saat itu.

Kedua, Sepasang Bidadari (Lingkar keluarga), siapa yang dimaksud sepasang bidadari itu? Mereka adalah orang tua dan pasangan hidup kita. Jika kita menginginkan sesuatu maka berdoa lah dan berusaha. Apalagi kita didoakan oleh kedua orang tua dan pasangan kita. InsyaAllah permintaan tersebut akan dikabulkan. Jadi sangatlah rugi orang-orang yang telah menyia-nyiakan orang tuanya. Setelah sekian banyak pengorbanan yang mereka berikan kepada anaknya. Tetapi pada hari tuanya mereka malah diabaikan oleh anak-anaknya. Karena itulah banyak orang yang gagal dalam berusaha dikarenakan mereka telah durhaka kepada orang tuanya. Seperti kata hadist ‘Ridha Allah berada di bawah ridha kedua orang tua’.

Ketiga, Golongan Kanan (Lingkar Diri), dijelaskan bahwa kita hendaknya menjadi golongan kanan. Karena golongan kanan ini adalah golongan yang tidak gampang menyerah pada nasib. Contohnya melakukan sesuatu hal yang sama setiap hari tanpa adanya gebrakan-gebrakan baru. Mereka itulah yang disebut dengan golongan kiri. Orang yang berada pada golongan kanan ini lebih berpikir secara terbuka. Karena dalam melakukan sesuatu mereka tidak melihat kegagalan-kegagalan yang akan dialami jika melakukan itu, tetapi mereka yakin dengan keberuntungan dan kesuksesan yang akan mereka raih.

Keempat, Simpul perdagangan (Lingkar Sesama). Nabi Muhammad pernah mengatakan bahwa segala macam sumber rezeki itu diperoleh dari berdagang. Karena dari berdagang kita akan berpikir lebih kreatif dan inovatif. Lain halnya dengan pegawai yang berpikir sesuai struktur-struktur atau konsep-konsep yang telah ditetapkan. Dari berdagang kita belajar kejujuran, keikhlasan, dan banyak lainnya.