Ranah_3_Warna

Title       : Ranah 3 Warna
Author    : A Fuadi
Publisher : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Januari 2011
Sekilas tentang buku “Ranah 3 Warna” :

Ini adalah buku kedua dari sebuah trilogi, ditulis oleh A. Fuadi, mantan wartawan Tempo dan VOA, penyuka fotografi, yang kini menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi. Buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama Alif yang baru saja lulus dari pendidikan sekolah menengah atasnya di pondok madani. Setelah lulus Alif kembali ke kampong halamannya di daerah danau maninjau. Untuk menggapai cita-citanya kuliah di ITB tempat Habibie kuliah Alif belajar semua pelajaran IPA yang dipelajari pelajar lulusan SMA. Hal tersebut dilakukannya karena ketika sekolah di pondok madani Alif tidak mempelajari pelajaran tersebut. Alif yang semula tidak yakin akan lulus UMPTN menjadi semangat ketika sang ayah ikut menyemangati dengan menemaninya begadang untuk belajar yaitu sambil menonton pertandingan piala dunia. Ternyata pengorbanan dan semangatnya selama ini membuahkan hasil dengan lulus UMPTN di jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung.

Bermula dari kuliah di UNPAD lah Alif mulai mengasah kemampuan jurnalistiknya dengan bergabung di komunitas jurnalistik kampus dan mengirim beberapa tuisannya di beberapa media cetak yang ada di bandung. Di bandung Alif menjalani perjuangan hidup yang sangat berat mulai dari tidak punya tempat kosan sampai harus membiayai hidupnya serta ibu dan adiknya di kampung karena meninggalnya ayahanda tercinta. Setelah perjuangan yang panjang sampai akhirnya Alif mengikuti pertukaran pemuda ke Kanada dalam misi pengenalan budaya bangsa. Disanalah Alif mulai mempelajari dunia jurnalistik lebih dalam dikarenakan dia magang pada sebuah perusahaan televisi lokal.

Ada 2 kalimat yang menjadi doa dan kunci dari semangat yang dimiliki Alif menjalani masa-masa sulitnya yaitu; man shabara zhafira artinya siapa yang bersabar akan beruntung, dan man sara ala darbi washala artinya siapa yang berjalan dijalannya akan sampai ke tujuan. Kalimat itu adalah pelajaran pertama yang diterima Alif di pondok madani.